Penulis : Chairul Falah | Editor dan Publish : Chairul Falah

Slawi FM – Kreatifitas merupakan modal utama dalam menghadapi tantangan global. Bentuk-bentuk ekonomi kreatif selalu tampil dengan nilai tambah yang khas, menciptakan “pasar”nya sendiri, dan berhasil menyerap tenaga kerja serta pemasukan ekonomis.

Kreatifitas ini tentunya ada hubungannya dengan penghasilan yaitu ketika seseorang yang memiliki kreatifitas tentunya akan lebih mudah melakukan sesuatu kegiatan penjualan dan mendapatkan penghasilan. Demikian yang dikatakan Dekan FTIK UPS Tegal Agus Wibowo, dalam talkshow spirit inspirasi pagi di studio Radio Slawi FM yang dipandu oleh Bung TW pada, Rabu (10/1/2024) pagi.

Menurut Agus Wibowo, sebagai pedagang konsep kreatifitas harus diterapkan. Hal ini dikarenakan di era sekarang kegiatan berdagang berhubungan erat dengan ide kreatif dan inovatif. Dengan adanya konsep kreatifitas dalam kehidupan berdagang, maka konsumen akan lebih tertarik dengan dagangannya.

“ Kita kan tentunya sering melihat para penjual yang kreatif misalkan dilapangan dia menggunakan sulap agar anak – anak tertarik dengan dagangannya. Dan manfaatnya dagangan yang menggunakan kreatifitas akan lebih laku dibandingkan yang diam atau biasa – biasa saja. Maka ini tentunya membuktikan bahwa secara tidak langsung kreatifitas ini membantu finansial kita,” tutur Agus.

Kreatifitas ini ada 2 (dua) bentuk yaitu alami dan tidak alam atau kreatifitas yang membutuhkan dorongan. Kreatifitas yang baik adalah yang tumbuh secara alami dalam diri seseorang. Tetapi jika suatu lembaga menghendaki karyawannya memiliki kreatifitas tentunya harus didorong.

“ Jadi kalau lembaga ingin anak buahnya kreatif tentunya harus didorong atau dipaksa dengan target yang kemudian dievaluasi dan tunjukan bahwa ini sudah bertambah kreatifitasnya dan ini ada yang belum bertambah. Dan perlu diingat bagi anak buah atau karyawan yang kreatif tentunya pemimpin harus memberikan reward atau penghargaan. Maka otomatis mereka akan berlomba – lomba untuk melakukan kreatifitasnya,” jelas Agus.

Selain itu, kreatifitas ada yang membutuhkan modal dan ada yang tidak, perubahan yang dilakukan dengan skala besar tentunya membutuhkan modal seperti menyiapkan layout  dan lain – lain, tetapi kreatifitas yang bisa dilakukan individu tidak membutuhkan modal.

“ Kreatifitas individu misalkan tukang parkir dengan menata kendaraan dengan baik, dan tukang parkir yang dibutuhkan hanya tenaga. Dengan adanya kretaifitas ini yang biasanya tukang parkir diam saja hanya tidak merapikan kendaraan atau ada petugas yang merapikan kendaraan, tukang parkir tersebut akan turun tangan langsung untuk merapikan kendaraan yang terparkir agar rapi dan enak dilihat serta aman,” ujar Agus.

Diakhir talkshow Agus Wibowo menegaskan bahwa, untuk memulai kreatifitas ini bisa dimulai dari diri sendiri dengan pedoman ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi). Dan ingat perubahan dimulai dari yang terkecil yang nantinya berkembang menjadi kreatifitas besar yang implikasinya untuk semua orang dan lingkungan. (CF)

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X